Jumat, 09 Desember 2011

MODAL SAHAM

Modal saham adalah Surat bukti kepemilikan Perusahaan.Untuk mendapatkan modal,PT menerima setoran dari Pemilik.Sebagai bukti setoran dikeluarkan tanda bukti pemilikan yang berbentuk saham yang diserahkan kepada pihak-pihak yang menyetor modal.pemilik PT merupakan kumpulan pihak-pihak yangmempunyai saham sehingga disebut pemegang saham.Saham yang dikeluarkan oleh PT dapat dicantumkan nama pemilikan nya,disebut Saham atas nama ,dapat juga tidak dicantumkan nama pemilik nya.
Saham yang merupakan bukti pemilikan PT mempunyai beberapa hak sebagai berikut:

1.     Hak untuk berpartisipasi dalam menentukan arah dan tujuan perusahaan, yaitu melalui hak suara dalam rapat pemegang saham.
2.     Hak untuk memeperoleh laba dari perusahaan dalam bentuk dividen yang di bagi oleh prusahaan.
3.     Hak untuk membeli saham baru yang dikeluarkan perusahaan aga proporsi pemilikan saham masing-masing pemegang saham dapat tidak berubah.
4.     Hak untuk menerima pembagian aktiva perusahaan dalam hal perusahaan dilikuidasi.

Apabila perusahaan itu mengeluarkan satu jenis saham maka seluruh pemegang saham mempunyai hak yang sama, tetapi bila saham yang dikeluarkan itu lebih dari satu jenis maka yang diberikan kepada masing-masing yang berbeda, tergantung pada kontrak pengeluaran saham yang disetujui.
Dalam akta pendirian perusahaan disebutkan jumlah lembar saham yang akan dikeluarkan, jumlah yang sudah disetor dan nilai nominalnya. Nilai nominal saham adalah nilai yang tercantum dalam tiap-tiap lembar saham,yaitu nilai yang ditentukan untuk masing-masing lembar.

JENIS – JENIS SAHAM

Apabila perusahaan mengeluarkan satu macam saham maka saham itu disebut saham biasa (common Stock). Apabila saham yang dikeluarkan dua macam, yang satu adalah saham biasa dan saham prioritas (preferen stock).


Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa adalah saham yang pelunasannya dilakukan dalam urutan yang paling akhir dalam hal perusahaan dilikuidasi, sehingga resikonya adalah yang paling besar. Karena resikonya besar, biasanya jika usaha perusahaan berjalan dengan baik maka dividen saham biasa akan lebih besar daripada saham prioritas.

Sertifikat Saham

Sertifikat saham dikeluarkan oleh PT Danareksa, yaitu suatu PT yang didirikan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk membeli saham perusahaan-perusahaan yang “go public” melalui pasar modal dan menjualnya kembali kepada masyarakat umum dalam bentuk sertifikat saham.

Saham Prioritas

Saham prioritas merupakan saham yang mempunyai beberapa kelebihan,biasanya kelebihan ini dihubungkan dengan pembangian dividen atau pembagian aktiva pada saat likuidasi. Kelebihan dalam hal pembagian dividen adalah bahwa dividen yang dibagi pertama kali harus dibagikan untuk saham prioritas, kalau ada kelebihan, baru dibagikan kepada pemegang saham biasa. Dividen saham prioritas tidak terutang atas dasar waktu, tetapi baru terutang jika sudah di umumkan oleh perusahaan. Biasanya saham prioritas mempunyai nilai nominal dan dividennya dinyatakan dalam persentase dari nilai nominal. Apabila saham prioritas itu tidak mempunyai nilai nominal maka dividennya dinyatakan dalam bentuk rupiah dan bukan dalam bentuk persentase.
Ada beberapa kelebihan yang dimiliki saham prioritas yaitu:

1.     Saham Prioritas Kumulatif dan Tidak Kumulatif

Saham Prioritas Kumulatif adalah saham prioritas yang dividennya setiap tahun harus dibayarkan kepada pemegang saham.Apabila dalam suatu tahun dividen tidak dapat dibayarkan, maka pada tahun berikutnya dividen yang belim dibayar tadi harus dilunasi dulu sehingga dapat mengadakan pembagian dividen untuk saham biasa. Jika saham prioritas itu tidak kumulatif,dividen tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayar tidak perlu dilunasi pada tahun-tahun berikutnya. Jadi jika akan membagi dividen untuk saham biasa, kewajiban yang ada hanyalah membanyar dividen saham prioritas untuk tahun tsb.

2.     Saham Prioritas Partisipasi dan Tidak Berpartisipasi

Saham prioritas mungkin berpartisipasi penuh atau sebagian. Yang dimaksud dengan partisipasi penuh adalah jika saham prioritas berhak atas dividen dengan jumlah yang sama besar dengan saham biasa sesudah saham biasa mendapat dividen sebesar persentase dividen saham prioritas.

Contoh : PT Risa Fadila mempunyai saham yang beredar sbg brkt:
Saham prioritas, nominal Rp.1.000.000,100% berpatisipasi penuh, saham biasa, nominal Rp 2.000.000.Pada akhir tahun 2005, dibagi deviden sebesar Rp 540.000.000.Deviden ini9 dibagikan kepada saham prioritas dan biasa dgn prioritas sbb:
                                                            Prioritas               Biasa
Untuk saham prioritas   =
          10%x Rp 1.000.000                =Rp 100.000
Untuk saham biasa                  =
          10%x Rp 2.000.000                                              Rp 200.000
Untuk saham prioritas dan biasa=
          Rp 240.000 = 8%                    =       80.000                         160.000
          Rp 3.000.000                             Rp 180.000       Rp   360.000
                                                             =======            =========

Dengan cara perhitungan di atas, masing masing saham memperoleh deviden dengan tarif yang sama besar (18%) yaitu:

Saham prioritas             = Rp   180.000   x 100%               = 18%
                                         Rp 1.000.000
Saham biasa                            = Rp    360.000   x 100%    = 18%
                                         Rp 1.000.000
Perhitungan di atas dapat juga dilakukan sekaligus, yaitu sbb:

Persentase dividen untuk kedua jenis saham = Rp   540.000 x 100% = 18%
                                                                     Rp 1.000.000
Pembagian dividen untuk:
          Saham prioritas   = 18% x Rp 1.000.000 = Rp 180.000
          Saham biasa                  = 18% x Rp 2.000.000 = Rp 360.000
Jumlah dividen                                                   = Rp 540.000
Apabila saham prioritas tidak berpartisipasi penuh, tetapi hanyan sampai 15%, maka perhitungannya sbb:

Untuk saham prioritas=
          10%x Rp 1.000.000                = Rp 100.000
Untuk biasa=
          10%x Rp 2.000.000                                                      Rp 200.000
Untuk prioritas=
          5% x  Rp 1.000.000                = Rp  50.000
Untuk biasa                                                                                     Rp 190.000
                                                             Rp 150.000                 Rp 390.000
Persentase penerimaan dividen sbb:


Saham prioritas   = Rp    150.000 x 100%                   =  15%
                                Rp 1.000.000                          
Saham biasa                  = Rp    390.000 x 100%                   =  19,5%
                                Rp  2.000.000                              
          Apabila saham prioritas itu tidak berpartisipasi maka dividen yang diterima setiap tahunnya terbatas sebesar tariff dividennya. Dalam contoh diatas dividen saham prioritas setiap tahunnya sebesar 10%.

3.     Saham prioritas atas aktiva dan dividen pada saat likuidasi

         Saham dengan preferensi seperti ini pada saat likuidasi akan tetap menerima dividen yang belum dibayar, walaupun saldo laba tidak dibagi tidak mencukupi. Sesudah pelunasan dividennya, saham prioritas ini dilunasi. Jika saldo laba tidak dibagi tidak mencukupi maka pelunasan dividend dan nominal saham prioritas dilakukan dari modal yang disetor dari saham biasa.       
          Saham biasa yang pelunasannya jatuh pada urutan terakhir akan menerima jumlah pengembalian sebesar sisa modal disetor yang masih ada. Dapat terjadi sisanya nol sehingga tidak memperoleh pengembalian.

4.     Saham prioritas yang dapat ditukar dengan saham biasa

                   Kadang-kadang saham prioritas mempunyai preferensi dapat ditukar dengan saham biasa.pemegang saham jenis ini akan menukarkan saham nya dengan saham biasa dalam keadaan dividen yang dibagi untuk saham biasa tiap tahunnya lebih besar daripada dividen untuk saham prioritas.


        PENCATATAN MODAL SAHAM

          Untuk dapat melakukan pencatatan modal saham dengan baik,perlu diketahui istilah-istilah berikut ini:
1.     Modal saham statuler atau modal saham yang diotorisasi,yaitu jumlah saham yang dapat dikeluarkan sesuai dengan akta pendirian perusahaan.
2.     Modal saham beredar ,yaitu jumlah saham yang sudah dijual(beredar).
3.     Modal saham belum beredar ,yaitu jumlah saham yang sudah diotorisi tetapi belum dijual.
4.     Treasure stock,yaitu modal saham yang sudah dijual dan sekarang dibeli kembali oleh perusahaan.
5.     Modal saham dipesan ,yaitu jumlah saham yang disisihkan karena sudah dipesanuntuk dibeli.Modal saham yang dipesan ini baru dikeluarkan bila harga jualnya sudah dilunasi.

PSAK No.21 paragraf 15 menyatakn modal saham yang dijual dicatat dalam rekening modal saham sebesar nilai nominalnya yaitu nilai yang tercantum dalam lembaran saham. Jika harga jualnya tidak sama dengan nilai nminal, selisinya dicatat dalam rekening agio saham atau disagio saham. Rekening agio saham menunjukan selisi diatas nilai nominal dan  rekening disagio saham menunjukan selisih dibawah nilai nominal.

Penjualan secara tunai
saham yang dijual secara tunai akan dicatat dengan mendebit akun (rekening) kas dan menkredit rekening (akun) modal saham.
Jurnal pada saat mencatat penjualan saham perdana:
Kas                                                   Rp xxx
Disagio saham                                        xxx
          Modal saham                                                       Rp xxx

Atau
 Kas                                                  Rpxxx
          Modal saham                                                       Rpxxx
          Agio saham                                                               xxx

Penjualan Melalui Pesanan

          Apabila harga jual saham tidak sama dgn nomilnalnya,selisihnya dicatat dalam rekening agio saham atau disagio saham pada waktu pesanan itu diterima .untuk pemesanan yang sudah melunasi harga saham maka sahamnya dikeluarkan. pengeluaran saham ini dicatat dgn mendebit rekening modal saham dipesan dan mengkredit modal saham.
          Misalnya PT.Risa Fadila mempunyai modal statuter sebanyak 1000 lmbr nominal @Rp 1000,- dan akan dijual semuanya (ditempatkan).

Transaksi
jurnal
Penjualan saham 400 lembar.tunai Rp100.000,00 dan msein seharga Rp300.000,00
Kas                                         Rp100.000  
Mesin                                     Rp300.000
            Modal saham                                  Rp400.000

Diterima pesanan 500 lmbr saham dengan kurs 11, dibayar tunai 70% sisanya 30 hari
Piutang pesanan saham           Rp550.000
             Modal saham dipesan                    Rp500.000
              Agio saham                                         50.000

Kas                                           Rp385.000
              Piutang pesanan saham                 Rp385.000
Diterima pelunasan sisa pesanan untuk 300 lmbr saham
Saham 300 lmbr diserakan
Kas                                           Rp99.000
              Piutang pesanan saham                 Rp99.000

Modal saham dipesan              Rp300.000
              Modal saham                                Rp300.000
                                                                                                

PEMBATALAN PESANAN SAHAM

          Saham yang sudah dipesan,jumlah lembarnya disisihkan tersendiri dan akan diserahkan kepada pemesan bila harga jual saham sudah dilunasi.apabila terjadi pemesan tidak dapat melunasi kekurangan pembayarnya maka perusahaan dapat mengambil salah satu jalan sbb:
1.     Uang yang sudah diterima dikembalikan pada pemesan
2.     Uang yang sudah diterima dikembalikan kepada pemesan sesudah dikurangi biaya atau kerugian penjualan kembali saham-saham tersebut
3.     Uang yang sudah diterima dianggap hilang (tidak dikembalikan)
4.     Mengeluarkan saham yang nilainya sama dengan jumlah uang yang sudah diterima

Pencatatang yang dilakukan jika terjadi adanya pemesanan yang tidak dapat dilunasi kekurangannya dari tindakan yang diambil perusahaan.

Contoh pencatatan pembatalan pesanan saham diambilkan dari contoh dimuka yaitu pesanan sebanyak 500 lembar dengan kurs 110 dan sudah dibayar sebanyak 70%.dari pesanan tersebut seorang pemesan yang memesan saham sebanyak 100 lembar tidak dapat melunasi kekurangannya.modal saham dipesan yang dibatalkan oleh perusahaan dapat dijual kembali dengan kurs 105.
Jurnal yang dibuat oleh PT Risa Fadila adalah:
a)     Uang yang sudah diterima dikembalikan kepada pemesan.
Modal saham dipesan                       Rp 100.000
Agio saham                                               10.000
          Piutang pesanan saham                                        Rp 33.000
          Kas                                                                             77.000
          Kas                                                   Rp 105.000
                   Modal saham                                                       Rp 100.000
                   Agio saham                                                                    5.000

b)    Uang yang sudah diterima dikembalikan pada pemesan sesudah dikurangi biaya atau kerugian penjualan kembali saham-saham tersebut.

Modal saham dipesan                       Rp 100.000
Agio saham                                               10.000
          Piutang pesanan saham                                        Rp 33.000
          Utang pada pemesan                                                  77.000

Kas                                                   Rp 105.000
Utang pada pemesan                                  5.000
          Modal saham                                                       Rp 100.000
          Agio saham                                                                  10.000

Utang pada pemesan                        Rp 72.000
          Kas                                                                       Rp 72.000

c)     Uang yang sudah diterima dianggap hilang (tidak dikembalikan)

Modal saham dipesan                       Rp 100.000
Agio saham                                              10.000
          Piutang pesanan saham                                        Rp 33.000
          Modal  dari pembatalan pesanan saham                    77.000

Kas                                                   Rp 105.000
          Modal saham                                                       Rp 100.000
          Agio saham                                                                    5.000

d)    Mengeluarkan saham yang nilainya sama dengan jumlah uang yang sudah diterima.

Modal saham dipesan                       Rp 100.000
Agio saham                                               3.000
          Modal saham                                                       Rp 70.000
          Piutang pesanan saham                                              33.000

Kas                                                   Rp 31.500
Modal saham                                                       Rp 30.000
Piutang pesanan saham                                                1.500



PENJUALAN SAHAM SECARA LUMPSUM
          Penjualan saham bisa dilakukan dengan cara penjualan pe runit saham.metode yang dapat digunakan adalah:
1.     metode inkremental,dan
2.     metode proporsinal
Bila harga pasar ke-2 jenis saham diketahui maka perhitungannya menggunakan metode proporsional. Namun apabila hanya harga salah satu jenis sham yang diketahui maka metode yang digunakan metode inkremental

Mis:1 unit saham terdr dr: 1 lembar saham prioritas nominal Rp10.000,00
                                        1 lembar saham biasa nominal      Rp  1.000,00         
Harga jual per unit Rp10.500,00. Pada penjualan diketahui harga pasar saham biasa=Rp1.250,00. Karena hanya harga pasar saham biasa yang diketahui, maka harga setiap saham dihitung dengan menggunakan metode inkremental sbb:

          Harga 1 unit saham                 Rp 10.500,00
          Harga pasar saham biasa                         1.250,00
            Nilai saham prioritas            Rp 9.250,00

Diketahui bahwa dari penjualan diatas, saham biasa mendapat agio sebsar Rp250,00 dan saham prioritas mendapat disagio Rp750,00. penjualan 1 unit saham dengan harga sperti diatas dicatat dengan jurnal sbb:

          Kas                                                   Rp10.500,00
          Disagio saham prioritas                              750,00
                   Modal sahan prioritas                                     Rp10.000,00
                   Modal saham biasa                                                 1.000,00
                   Agio saham biasa                                                      250,00

Dari contoh diatas bila diketahui harga pasar sahm prioritas sebesar Rp9.500,00 maka perhitungan harga pasar  setiap saham dilakukan dengan menggunakan metode proporsional sbb:
Harga pasar saham biasa                            Rp1.250,00
Harga pasar saham priorias                    9.500,00
Harga pasar keseluruhan saham       Rp10.750,00





Dengan demikian maka harga saham biasa adalah sbb:

Rp 1.250  X Rp 10.500 = Rp 1.220
Rp 10.750

Harga saham prioritas adalah:
Rp 9.500  X Rp 10.500 = 9.280
Rp 10.750

Dari perhitungan diatas diketahui bahwa disagio saham biasa sebesar Rp 30 dan disagio saham prioritas sebesar Rp 500.jurnal untuk mencatat transaksi penjualan satu unit saham sbb:

Kas                                                             Rp 10.500
Disagio saham biasa                                                30
Disagio saham prioritas                                                 720
          Modal saham biasa                                                        Rp 1.250
          Modal saham prioritas                                                      10.000


PERTUKARAN SAHAM DENGAN AKTIVA SELAIN KAS

          Kadang modal saham dikeluarkan dengan menerima aktiva (selain dari kas ).dalam keadaan seperti ini besarnya jumlah yang akan dicatat dalam rekening modal dan rekening aktiva didasarkan pada yang lebih mudah ditentukan dari:
a.     Harga pasar saham yang dikeluarkan,atau
b.     Nilai wajar aktiva yang diterima

PSAK No.21 paragraf 13 (f) menyatakan bahwa saham dicatat berdasarkan nilai wajar aktiva bukan kas yang diterima (butir b).Apabila kedua dasar penilaian diatas tidak dapat ditentukan ,biasanya dilakukan penilaian terhadap aktiva yang diterima.Kecenderungan yang sering  terjadi jika penilaian yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan adalah menghindari adanya disagio saham,sehingga aktiva dan modal saham akan dicatat terlalu besar.apabila modal saham dan aktiva  akan dicatat terlalu besar.apabila modal saham atau aktiva yang diterima terlalu besar maka modal saham itu disebut “watered”.Tetapi jika dicatat terlalu kecil maka neraca yang akan disusun mengandung cadangan rahasia.

Contoh :
PT Risa Fadila menerbitkan 10.000 lembar saham nominal Rp 1.000 per lembar dan ditukar dengan sebuah gedung.
1.     Apabila harga pasar saham tidak diketahui, tetapi harga pasar gedung diketahui sebesar Rp 15.000.000 maka jurnal yang dibuat adalah:
Gedung                          Rp 15.000.000
                             Modal saham                           Rp 10.000.000
                             Agio saham                                     5.000.000
2.     apabila harga pasar gedung tidak diketahui tetapi harga pasar saham diketahui sebesar Rp 14.000.000 maka jurnalnya adalah:

                   Gedung                          Rp 14.000.000
                             Modal saham                                    Rp 10.000.000
                             Agio saham                             Rp   4.000.000

3.     apabila harga pasar saham dan bangunan keduanya tidak diketahui dan pimpinan perusahaan menetapkan harga perolehan bangunan sebesar Rp 12.500.000, maka jurnal yang dibuat adalah:

                   Gedung                          Rp 12.500.000
                             Modal saham                                    Rp 10.000.000
                             Agio saham                             Rp   2.500.000


BONUS YANG BERUPA SAHAM

          Agar penjualan obligasi atau saham prioritas bias menarik pribadi kadang kadang diberikan saham biasa sebagai bonus. Misalnya dalam penjualan 10 lembar saham prioritas nominal @ Rp 1.000 diberi bonus 1 lembar saham biasa, nominal Rp 1.000. Harga pasar saham prioritas tanpa bonus = Rp 950 per lembar. Jurnal untuk mencatat transaksi diatas sebagai berikut:

                   Kas                                Rp 10.000
                   Disagio saham prioritas            500
                   Disagio saham biasa                 500
                             Modal saham prioritas            Rp 10.000
                             Modal sahm biasa                                    1.000
Disagio saham prioritas dan saham biasa dihitung sebagai berikut:
          Nilai nominal saham prioritas (10 lembar )                   Rp 10.000
          Harga pasar saham prioritas (10 lembar)           (Rp   9.500)
          Disagio saham prioritas                                       Rp      500

          Harga jual saham prioritas plus bonus                          Rp 10.000
          Harga pasar saham prioritas tanpa bonus          (Rp   9.500)
          Nilai saham biasa                                                 Rp      500
          Nilai nominal saham biasa                                  (Rp   1.000)
          Disagio saham biasa                                            Rp      500

PERLAKUAN TERHADAP AGIO ATAU DISAGIO SAHAM YANG DIJUAL

          Dalam hal penjualan saham dengan harga diatas atau di bawah nilai nominal, maka selisih itu akan dicatat didalam rekening agio atau disagio saham. Rekening (akun) agio saham dipakai untuk mencatat kelebihan harga di atas nilai nominalnya sedang rekening disagio saham dipakai untuk mencatat kekurangan harga dari nilai nominal saham. Rekening-rekening agio atau disagio saham adalah rekening yang menunjukkan modal yang disetor dari pemegang saham, oleh karena itu selama saham saham tersebut masih beredar maka rekening itu juga akan nampak dalam neraca. Di dalam neraca rekening agio saham merupakan tambahan rekening modal saham, dan rekening disagio saham merupakan pengurangan terhadap rekening modal saham. Apabila saham yang beredar ditarik, maka rekening agio dan disagio saham yang berhubungan dengan saham tersebut dibatalkan.

PUNGUTAN TAMBAHAN ATAS SAHAM (ASSESSMENTS)

          Dalam suatu keadaan tertentu perusahaan bias mengadakan pungutan tambahan kepada para pemegang saham. Pencatatan terhadap pungutan tambahan ini tergantung pada harga jual saham-saham tersebut. Apabila saham-saham itu dulu dijual dibawah nominal  (dengan disagio) maka pungutan tambahan yang dikenakan kepada para pemegang saham dicatat sebagai berikut:

          Kas                                          Rp xxx
                   Disagio saham                                            Rp xxx

          Rekening disagio saham akan dikredit maksimum sebesar diagio yang timbul dari penjualan saham. Jika pungutan lebih besar dari disagio maka selisihnya akan dikreditkan ke rekening modal pungutan tambahan. Tetapi apabila penjualan saham dulunya tidak dibawah nominal maka pungutan tadi semuanya akan dikreditkan kerekening modal pungutan tambahan.

PENGELUARAN SAHAM UNTUK MEMBELI (AKUISISI) PERUSAHAAN.

          Sebuah PT bias membeli (akuisisi) perusahaan lain dan digabungkan (merger) menjadi satu. Pembelian ini dapat dibayar dengan saham dari PT tersebut. Jumlah ssaham yang akan dipakai untuk pembayaran tergantung pada harga pasar saham tersebut dan juga harga pasar dari aktiva perusahaan yang dibeli.
          Kadang-kadang perusahaan yang diakuisisi dinilai lebih tinggi daripada harga pasar aktivanya. Hal ini bias disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kemampuan perusahaan itu dalam memperoleh laba. Selisih harga pasar aktiva yang diakuisisi dengan jumlah harga pembelian yang disetujui dicatat sebagai Goodwill.
          Kadang-kadang perusahaan-perusahaan perseorangan bergabung untuk membentuk suatu PT. masing-masing perusahaan akan menerima saham dari PT tersebut sebagai ganti aktiva yang diserahkan kepada PT baru. Bisa juga sebuah perusahaan perseorangan berganti bentuk menjadi PT. Apabila perusahaan yang lama itu berbentuk firma maka para anggota firma tersebut akan menerima saham dari PT yang baru sebanding dengan modal masing-masing anggota. Dalam keadaan ini ada 2 cara pencatatat yang dapat dilakukan:
1.     Buku-buku perusahaan lama dilanjutkan sebagai buku perusahaan baru.
2.     Buku-buku perusahaan lama ditutup dan dibuat buku baru untuk perusahaan baru.

          PT yang baru diberi nama PT. Risa Fadila dengan modal saham biasa sebanyak 3.000 lembar dengan nilai nominal @ Rp 1.000. Semua aktiva Firma A & Z (kecuali kas) diserahkan kepada PT. Risa Fadila dan semua utang Firma A & Z akan dilunasi oleh PT. untuk penukaran perusahaannya. Sisa saham yang ada dijual dengan harga Rp 1.000 per lembar.
          Dalam perubahan untuk perusahaan ini, oleh PT. Risa Fadila diadakan beberapa penyesuaian terhadap catatan Firma A & Z sebagai berikut:
a.     Cadangan kerugian piutang dinaikan menjadi Rp 20.000
b.     Barang dagangan dinilai sebesar Rp 255.000 (berdasarkan harga beli pada tanggal 5 Oktober 2005).
c.      Aktiva tetap dinilai kembali menjadi Rp 1.500.000 dan akumulasi depresiasi sebesar Rp 400.000.

          Saham yang diterima oleh Firma A & Z dibagikan untuk A sebanyak 500 lembar dan untuk Z 1.000 lembar. Sisa uang dari Firma dibagi kepada A & Z sesuai dengan sisa modal masing-masing.



1)    Jika buku perusahaan lama dilanjutkan sebagai buku perusahaan baru

          Perubahan terhadap nilai aktiva dicatat langsung ke rekening modal anggota, kemudian rekening modal anggota ditutup dan rekening modal saham dikredit. Sesudah itu transaksi-transaksi yang berhubungan dengan PT.Risa Fadila akan dicatat dalam buku-buku tersebut. Jurnal-jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:



Transaksi
Jurnal
Mencatat perubahan-perubahan terhadap aktiva.selisihnya sebesar Rp 55.000 dikreditkan ke rekening modal A & Z dengan perbandingan 2:3
Perusahaan barang    Rp 55.000
Aktiva tetap                  700.000
    Cadangan kerugian piutang         Rp 5.000
       Akumulasi depresiasi                     200.000
       Modal A                                         220.000
       Modal Z                                         330.000
Mencatat goodwill yang dihitung sbb:
Harga pasar saham yang diterima firma A & Z = 1500 x Rp 1.000=                           1.500.000

Nilai aktiva yang ditransfer ke PT
Aktiva :
Piutang                         Rp 160.000
Persediaan barang              255.000
Aktiva tetap                    1.100.000
                                     Rp 1.515.000
Utang                                    150.000
                                                            1.365.000
goodwill                                           Rp 135.000

Goodwill                Rp 135.000
         Modal A                                    Rp 54.000
         Modal Z                                         81.000

Mencatat pembagian saham
A: 500 x Rp 1.000 =                        Rp 500.000
Z: 1.000 x Rp 1.000=                         1.000.000
                                                      Rp 1.500.000
 
Mencatat pembagian uang kas kepada anggaran firma:
A
Modal                                              Rp 310.000
Penyesuaian:
Penilaian aktiva      Rp 220.000
Goodwill                        54.000       
                                                              274.000
                                                         Rp 584.000
Saham yang diterima                             500.000
Sisa                                                  Rp   84.000
                                                            
Z
Modal                                               Rp 600.000
 Penyesuaian:
Penilaian aktiva       Rp 330.000
Goodwill                         81.000
                                                               411.000
                                                      Rp 1.011.000
Saham yang diterima                          1.000.00 sisa                                               Rp      11.000








 
Mencatat penjualan saham 1500 lembar @ Rp 1.000


Modal A             Rp 500.000
Modal Z                1.000.000
           Modal saham biasa            Rp 1.500.000



Modal A            Rp 84.000
Modal Z                  11.000
        Kas                                        Rp 95.000













             

Kas                        Rp 1.500.000
    Modal saham                             Rp 1.500.000
           
            sesudah  jurnal diatas di posting ,dapat disusun neraca untuk PT Risa Fadila per 5 oktober 2005 sbb:

PT.Risa Fadila
Neraca
Per 5 Oktober 2005

Kas                                          Rp 1.500.000
Piutang                                 Rp 180.000
  Cadangan kerugian piutang       20.000                
                                                       160.000
Persediaan barang                           255.000

Aktiva tetap               Rp 1.500.000
    Ak.depresiasi                 400.000
                                                   1.100.000
goodwill                                         135.000                                           
                                              Rp 3.150.000







Utang                              Rp 150.000




Modal saham                       3.000.000



 




                                       Rp 3.150.000


2.       jika buku-buku perusahaan lama ditutup dan dibuat buku baru untuk perusahaan baru

                   Jika dibuat buku-buku baru untuk PT,maka semua rekening dalam buku firma ditutup dan aktiva serta utang firma dicatat dalam buku PT.pada waktu mengadakan penutupan buku-buku firma dibuat jurnal untuk mencatat perpindahan aktiva dan utang-utang firma ke PT,penerimaan saham dan pembagian saham serta uang kepada anggota firma.jurnal untuk menutup buku-buku firma sbb:
Transaksi
Jurnal
Perpindahan aktiva ke PT
Selisih antara tagihan kepada pembeli (1.500 lembar @ Rp.1.000)dengan nilai buku aktiva yang dipindahkan (Rp 815.000),merupakan laba penjualan perusahaan dan dibagi untuk A dan Z.berbanding 2:3 sbb:

A: 2 x Rp 685.000 = Rp 274.000
     5

Z:3 x Rp 685.000  = Rp 411.000
    5

Piutang PT Risa Fadila    Rp 1.500.000
Utang lancar                             150.000
Cadangan kerugian piutang       15.000
Ak.depresiasi                           200.000
      Piutang                                    Rp 180.000
      Persediaan barang                         200.000
      Aktiva tetap                                  800.000
      Modal A                                        274.000
      Modal Z                                         411.000

Mencatat penerimaan saham dari PT Risa Fadila
Saham PT Risa Fadila      Rp 1.500.000
       Piutang PT Risa Fadila               Rp 150.000
Mencatat pembagian saham untuk A & Z
Modal A                            Rp  500.000
Modal Z                                1.500.000
       Saham PT Risa Fadila             Rp 1.500.000
Mencatat pembagiaan kas untuk A & Z
Modal A                             Rp 84.000
Modal Z                                    11.000
        Kas                                              Rp 95.000

Dalam jurnal diatas,penilaian kembali aktiva dan pengakuan goodwill tidak dicatat dalam buku firma,tetapi jika diinginkan maka penilaian kembali dan goodwill dapat dicatat dalam buku-buku firma,kemudian baru dipindahkan ke PT.
          Ada cara lain yang dapat digunakan dalam menutup buku-buku firma,yaitu dengan menutup langsung semua rekening-rekening aktiva,utang dan Modal. Dalam cara ini laba penjualan perusahaan dan pembagian saham serta kas,untuk anggota firma tidak dicatat dalam pembukuan.Jurnal untuk menutup langsung rekening-rekening aktiva,utang dan Modal firma A dan Z sbb:

Utang lancar                                               Rp 150.000
Cadangan kerugian piutang                                15.000
Akumulasi depresiasi                                       200.000
Modal A                                                           310.000
Modal Z                                                            600.000
          Kas                                                                                Rp 95.000
          Piutang                                                                              180.000
          Persediaan barang                                                                       200.000
          Aktiva tetap                                                                                800.000


Sedangkan  jurnal yang dibuat oleh PT Risa Fadila Sbb:
Transaksi
Jurnal
Mencatat aktiva dan utang yang diterima dari Firma A & Z
Piutang                    Rp 180.000
Persediaan barang         255.000
Aktiva tetap                1.500.000
Goodwill                       135.000
       Cadangan kerugian piutang  Rp 20.000
       Ak.depresiasi                            400.000
       Utang lancar                             150.000
        Utang A & Z                        1.500.000
Mencatat pengeluaran saham 1.500 lembar untuk firma A & Z
Utang A & Z         Rp 1.500.000
      Modal saham                      Rp 1.500.00
Mencatat penjualan saham 1.500 lembar @Rp 1.000
Kas                        Rp 1.500.000
       Modal saham                   Rp 1.500.000
         
         
Dalam jurnal diatas aktiva yang diterima oleh PT Risa Fadila dicatat dengan jumlah penilaian kembali dan cadangan kerugian piutang serta akumulasi depresiasi di kredit.Alternatif  lain yang dapat dilakukan ialah,aktiva dicatat dengan jumlah nilai sehat sesudah penilaian kembali.Sehingga dengan cara ini tidak ada pencatatan untuk cadangan kerugian piutang dan akumulasi deperisiasi.